I’m Back Guys….
I’m back guys… Ya perasaan senang yang sedang aku rasakan saat ini karena aku bisa online lagi. Sudah hampir 1 bulan ini aku gak bisa online gara-gara aplikasi speedy ku telat sampe 1 bulan ini. But anyway itu gak masalah lah yang penting aku bisa online lagi.
Sorry ya kalau comment kalian banyak yang telat aku approve, mohon dimaklumi….
HAPPY B’DAY ERWIN!
HAPPY B’DAY WIN!!!
Hope You Get Everything You Wish On Your Birthday…
GBU (^o^)
Hati-hati…Ada udang di balik batu….
Dua bulan terakhir ini diwarnai dengan aksi perampokan toko emas di Solo dan di Semarang. Jumlah emas yang berhasil diambil bermilyard-milyard. Di Solo, Mei lalu, sekitar 10 kg emas berhasil digondol perampok yang juga membunuh 1 orang, belum uang hasil penjualan emas yang juga ikut di sikat. Di Semarang, dengan modus yang jauh lebih rapi, teroganisir dan sangat terencana, seperti di film-film, jumlah emas yang berhasil diambil sekitar 100 kg (waww…..), dan menewaskan 3 orang (ngerinya lagi toko emasnya berada dekat dengan rumah saya….).
Apakah ada indikasi keterlibatan teroris ? Ingat, kasus pemboman yang terjadi di Indonesia, seringkali didanai dari hasil perampokan toko emas…. Who knows…. Be careful my friends, apalagi ini menjelang pemilu. Pasti ada udang di balik batu….
Dikutip dari http://sebuahperjalananpanjang.wordpress.com
Visit my new blog http://mygreengreenworld.blogspot.com
Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Setelah 22 April diperingati sebagai hari Bumi, 5 Juni kembali diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Peringatan ini pada awalnya dicetuskan pada tahun 1972, merupakan rangkaian dari peringatan Hari Bumi, dicetuskan Gaylord Nelson 22 April 1970, didasari keprihatinan beliau melihat bumi yang semakin lama semakin kotor oleh ulah manusia. 5 Juni 1972, PBB mengadakan konferensi lingkungan hidup di Stockholm, dan tanggal itulah yang dipilih sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Kedua hari peringatan ini sebenarnya memiliki esensi yang sama, yaitu mengajak masyarakat dunia untuk lebih memperhatikan bumi, menyelamatkan bumi dari kerusakan akibat polusi dan berbagai eksploitasi lingkungan yang berlebihan. Tahun ini, UNEP mencanangkan tema “Kick the Habit: Towards a Low Carbon Economy”. Kita diajak untuk mengurangi emisi karbon yang biasa dihasilkan oleh pembakaran biomassa maupun bahan bakar karbon lainnya.
Masalah bahan bakar cair, terutama dari fosil merupakan salah satu isu yang cukup panas akhir-akhir ini. Persediaan yang semakin menipis dan harga yang semakin menjulang tinggi membuat setiap negara berlomba-lomba melakukan penghematan. Tidak dapat dipungkiri lagi, saat ini memang umat manusia masih sangat tergantung pada bahan bakar fosil. Emisi COx, NOx, SOx yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar ini akan menimbulkan polusi udara, efek rumah kaca, dan bahkan hujan asam yang dapat merusak lingkungan. Bahkan, walaupun sekarang biodiesel sedang dikembangkan, emisi hasil penggunaan biodiesel pun tetap dapat mencemari udara, bila jumlah kendaraan bermotor maupun konsumen biodiesel meningkat melebihi konsumen bahan bakar fosil sekarang (bisa saja hal ini, di Indonesia saja jumlah penjualan mobil tahun ini meningkat, kalau tidak salah malah mencapai 50%…ckckck…koreksi saya bila salah). Tetap saja, biodiesel adalah bahan bakar yang memiliki unsur karbon, pasti kalau terbakar menghasilkan COx walaupun mungkin jumlah CO2 akan lebih banyak dari CO (CO lebih berbahaya bagi makhluk hidup).
Saya pernah mendengar suatu acara di televisi swasta beberapa bulan lalu, dalam acara itu disampaikan suatu statement, “peradaban yang maju adalah peradapan yang tidak tergantung oleh bahan bakar fosil”. Mungkin ini benar. Kalau kita ingat beberapa film Sci-Fi tentang makhluk luar angkasa yang sering diceritakan lebih maju peradabannya dari manusia, mungkin itu gambaran peradaban maju, yang tidak terikat oleh bahan bakar fosil.
Pemanfaatan bahan bakar yang lebih efisien, murah (bahkan gratis) seperti angin, sinar matahari, geothermal, energy pasang surut, dll memang belum begitu berkembang di dunia, namun semoga saatnya nanti tiba, kita tidak perlu antre di pom bensin untuk beli bahan bakar fosil, kita tidak perlu mengalami sesak nafas ketika berada di jalan yang penuh kendaraan bermotor dengan asap hitam, lubang ozon tidak bertambah besar, es di kutub tidak mencair lebih banyak, dunia lebih sejuk, dan yang pasti usia bumi ini bisa diperpanjang….
Imagine it…..Tindakan kita hari ini akan menentukan nasib dunia inil…..
Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia…
References :
http://dgk.or.id/archives/2005/06/05/hari-lingkungan-hidup-sedunia/
http://www.unep.org/wed/2008/english/default.asp
dikutip dari http://mygreengreenworld.blogspot.com/ (my newest blog)
Tung Desem Waringin Sudah Gila!
Hari ini aku gak sengaja lihat berita singkat di salah satu TV, dan benar-benar gila menurutku karena ini belum pernah terjadi di Indonesia sebelumnya (menurut sepengetahuanku sich). Hari ini Tung Desem Waringin nyebarin duit sebesar 100juta lewat pesawat terbang di lapangan sepak bola di Jakarta. Hujan duit rek, bayangin!!! Koq gak disebarin di atase rumahku ya?!?
Dan oang-orang sudah banyak yang kumpul di bawah ngrebutin duit itu sampai ada yang terinjak-injak. Kacian deh sampe segitunya usahanya!!!
Uang yang disebar berupa pecahan 1000, 10ribu dan voucher seminar (aku mau yg voucher seminare :p ) Ngapain Tung Desem nglakuin ini? Ini semua dalam rangka promo buku barunya “Marketing Revolution” yang bakal launching 1 Juli 2008 nanti.